Beradaptasi Dengan Lingkungan Baru Di Kampus

16 Feb 2016
Author:  admin
Posted under: News

Di masa-masa awal kuliah, tentunya Xcelbrainers yang mahasiswa baru akan merasakan beberapa hal berbeda yang belum mereka rasakan selama duduk di bangku SMA. Sebagai mahasiswa baru, mungkin Xcelbrainers akan merasa kaget dan tertekan saat mendapati perbedaan-perbedaan yang begitu mencolok antara masa SMA dengan masa kuliah.

Lalu, apa saja masalahnya dan bagaimana cara agar Anda dapat beradaptasi dengan lingkungan baru? Simak beberapa tips berikut ya:

1. Jumlah siswa

Berbeda dengan di bangku SMA, saat menjadi mahasiswa kita akan menemukan beberapa kelas berukuran besar dan dipenuhi dengan banyak orang.

Jangan menganggap teman sekelas sebagai orang asing. Tidak perlu khawatir jika di hari pertama masuk kelas sebagai mahasiswa baru kita bertemu dengan orang-orang yang tidak menyapa kita saat bertatap muka. Hal itu wajar terjadi pada hari pertama kuliah. Kita dapat mengambil inisiatif untuk menyapa mereka terlebih dahulu dan memperkenalkan diri.

Untuk membantu kita memahami materi yang disampaikan oleh dosen, kita dapat mengajak beberapa teman sekelas untuk membentuk kelompok belajar. Dengan kelompok belajar, kita dapat berdiskusi dengan anggota lain sehingga lebih mudah memahami dan menemukan pemecahan masalah dari materi yang tidak bisa kita pelajari sendiri.

2. Selamat tinggal buku catatan

Di bangku SMA mungkin kita diwajibkan untuk menulis penjelasan guru saat di kelas pada buku catatan dan seringkali tidak diperbolehkan menggunakan laptop. Namun berbeda dengan di perguruan tinggi. Di sini, kita sangat mungkin tidak akan menemukan lagi yang namanya mencatat di buku, tapi harus menggunakan laptop selama proses belajar di kelas.

Untuk dapat menyesuaikan diri dengan hal tersebut, pengendalian diri menjadi kunci utama. Belajar di kelas tentunya menuntut konsentrasi dan fokus pada apa yang disampaikan oleh dosen. Jangan tergoda memakai laptop untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan materi kuliah, seperti mengakses Facebook, Twitter, dan sebagainya. Hal tersebut hanya akan memecah konsentrasi belajar kita.

3. Buku teks lebih = pengeluaran lebih

Di bangku kuliah, kita tidak lagi bisa meminjam buku dari teman-teman atau perpustakaan dengan gratis. Kita harus membayar untuk membeli atau meminjam buku yang dibutuhkan dalam perkuliahan. Hal tersebut tentunya akan membuat kita mengeluarkan uang yang lebih.

Sebelum memutuskan untuk membeli buku, sebaiknya kita bertanya kepada senior-senior terlebih dahulu. Mereka akan tahu di mana tempat di sekitar kampus yang menjual buku dengan harga yang lebih murah. Selain itu, banyak juga di antara senior yang menjual buku-buku lama mereka, dan tentunya kita dapat membeli buku yang sama dari mereka dengan harga yang lebih murah.

Jika ada lebih dari satu toko buku di kampus, pastikan untuk membandingkan harganya. Akan lebih menghemat pengeluaran apabila kita memilih toko yang menjual buku dengan harga yang lebih murah.

Setelah membandingkan harga buku dari beberapa toko buku, kita dapat memeriksa kembali harga buku sama yang dijual secara online. Mungkin di online shop harga yang ditawarkan untuk satu buku lebih murah daripada di toko buku.

4. Masalah Dosen

Di SMA, mungkin guru-guru dapat mengenali dan mengetahui bagaimana cara belajar dan sikap kita di kelas. Namun, tidak bagi dosen-dosen di saat kuliah. Dengan ukuran kelas yang besar dan jumlah mahasiswa yang banyak, kecil kemungkinan bahwa kita akan benar-benar dikenal oleh dosen. Setiap berbicara dengan dosen, kita harus selalu menunjukkan sikap santun dan rasa hormat kepadanya. Untuk lebih dikenal oleh dosen, kita juga dapat menunjukkan “keeksisan” di kelas. Semakin sering bertanya atau menanggapi materi yang diajarkan oleh dosen, semakin kita akan diingat.

5. Dituntut untuk mandiri

Di bangku kuliah, kita dituntut untuk dapat bersikap mandiri dan mengatur kegiatan sendiri. Dosen tidak akan mengingatkan apa yang harus kita lakukan.

Kita dapat menulis jadwal kegiatan dan deadline tugas pada kertas atau menandainya pada kalender. Dengan begitu, kegiatan kita dapat lebih terorganisasi, dan tentunya semua tugas akan dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Sebagai orang yang sudah menjadi mahasiswa, kita tidak lagi memiliki banyak waktu bermain. Kita harus pandai menyeimbangkan waktu antara bermain dan belajar. Bermain di sela-sela waktu belajar memang bukan merupakan hal yang tidak boleh dilakukan, namun kita harus memberi porsi lebih banyak untuk belajar ketimbang bermain.
Bagaimana Xcelbrainers, ada pertanyaan? Share aja yuk di kolom komentar pertanyaan kamu 

Sumber: Berbagai sumber.

Related Post
Popular Post

Popular Posts